Sebagian dari diriku hanya tau
rasanya berharap bermimpi menjadi lengkap.
Atau bahkan hanya sekedar ingin
didekap.
Namun sebagian dari dirimu tak
pernah merasa pernah berbuat janji.
Tak pernah merasa dinanti.
Dan tek mengerti bahwa perasaan
ini tak mau disuruh berhenti.
Atau mungkin, cinta yang
kubayangkan indah itu hanyalah perjalanan yang menuntun langkakhku menuju
sebuah luka.
Aku selalu berandai-andai.
Andai saja penyesalan ada
didepan.
Atau sebenarnya aku tau
penyesalan itu akan dating menyusul.
Namun sayangnya, perasaan ini
terlalu egois.
Tak mau untuk dipaksa menurut
pada keadaan yang memintanya untuk berhenti berharap.
Hmmmm
BalasHapusTikung dia di sepertiga malam uy
BalasHapusAndai andai dan andai, kita hanya bisa ber andai tpi nyatanya itu hanya sekedar angan angan
BalasHapus